Baznas Kotim Tutup Pelatihan Santripreneur 2025: Cetak Santri Hebat, Mandiri, dan Melek Teknologi
Baznas Kotim Tutup Pelatihan Santripreneur 2025: Cetak Santri Hebat, Mandiri, dan Melek Teknologi
10/10/2025 | Humas Baznas KotimKotawaringin Timur – Kegiatan Pelatihan Santripreneur 2025 yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kotawaringin Timur resmi ditutup pada Rabu (—/10/2025) di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025 ini mengusung tema: “Santri Masa Kini: Taat Mengaji, Melek Teknologi.”
Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil IV Baznas Kabupaten Kotawaringin Timur bidang SDM, Ustadz Syarifuddin, yang dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang peran penting santri di masa depan.
“Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus hebat, taat mengaji, tapi juga tanggap terhadap perkembangan zaman. Dunia kini menuntut santri untuk tidak hanya menjadi pekerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja. Santri yang berakhlak dan berilmu akan menjadi cahaya bagi masyarakat,” ujar Ustadz Syarifuddin.
Beliau menegaskan bahwa melalui program seperti Santripreneur, Baznas Kotim berkomitmen melahirkan santri yang berdaya saing, mandiri, dan siap menghadapi era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui Baznas, masyarakat sesungguhnya ikut membangun generasi emas umat—santri-santri yang siap menggerakkan ekonomi dan dakwah di masa depan,” tambahnya.
Motivasi dari Santri yang Kini Jadi Pengusaha Sukses. Pada kesempatan istimewa ini, para peserta juga mendapat suntikan semangat dari motivator sekaligus pengusaha muda inspiratif asal santri, Ustadz Alfian, yang kini sukses mengelola beberapa bidang usaha di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dalam sesi motivasinya, beliau menegaskan bahwa santri memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pelaku usaha yang sukses, asalkan memiliki semangat, niat yang lurus, dan keberanian untuk memulai.
“Santri masa kini harus cerdas membaca zaman. Taat mengaji adalah fondasi, tapi melek teknologi adalah senjatanya. Gunakan ilmu agama untuk menjaga niat, dan manfaatkan teknologi untuk memperluas peluang. Jangan takut gagal — karena setiap usaha yang diniatkan lillahi ta’ala akan selalu mendatangkan keberkahan,” pesan Ustadz Alfian dengan penuh semangat.
Pesan itu disambut antusias oleh seluruh peserta, yang merasa terinspirasi melihat bukti nyata kesuksesan santri yang berani melangkah dan berjuang di dunia wirausaha.
BLK Siap Menjadi Wadah Pengembangan Santri. Dalam sambutannya, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kotawaringin Timur, Bapak Idris Sugiono, S.H., M.A.P., juga menyampaikan dukungan penuh kepada para santri yang telah mengikuti pelatihan ini.
“Santri yang sudah lulus dari pelatihan ini kami harap tidak berhenti belajar. BLK Kotim siap menjadi wadah bagi para santri yang memiliki KTP dan siap kerja untuk kembali berlatih, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Kolaborasi antara Baznas dan BLK ini menjadi langkah penting dalam membangun sinergi antara lembaga keagamaan dan lembaga pelatihan kerja, demi mewujudkan santri yang mandiri secara spiritual, intelektual, dan ekonomi.
Ujian Kompetensi dan Penghargaan. Menutup kegiatan, para peserta mengikuti ujian kompetensi akhir sebagai evaluasi hasil pelatihan. Dari hasil ujian ini, akan dipilih tiga peserta terbaik yang akan menerima apresiasi khusus pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional mendatang.
Kegiatan Pelatihan Santripreneur ini menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas Kotim bukan hanya berhenti sebagai bantuan sosial, tetapi bertransformasi menjadi sarana pemberdayaan dan peningkatan kualitas umat.
Melalui semangat “Santri Masa Kini: Taat Mengaji, Melek Teknologi”, Baznas Kotim menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi santri yang cerdas, kreatif, dan siap bersaing di dunia modern tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Bersama Baznas Kotim — Zakat, Infak, dan Sedekah Anda Menjadi Cahaya Perubahan Bagi Umat.